>

Sunday, September 23, 2012

10 Pekerjaan Berbahaya Bagi Jantung

By Unknown | At 10:32 AM | Label : | 0 Comments

Meski kebanyakan orang tak berpikir penyakit jantung sebagai bagian risiko dari pekerjaan, beberapa karakteristik tertentu dari pekerjaan mungkin dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan masalah lainnya. Beberapa faktor yang berhubungan dengan pekerjaan, seperti duduk berjam-jam, stres, jam kerja tidak teratur, dan paparan bahan kimia tertentu atau polusi juga bisa membahayakan jantung Anda.

Ada beberapa tipe dan karakteristik pekerjaan yang sebenarnya mungkin dapat meningkatkan risiko seseorang terkena serangan jantung. Pekerjaan apa saja itu? Berikut adalah penjabarannya seperti dikutip Health.com:

1. Terlalu lama duduk


Orang yang sifat pekejaannya selalu menetap (minim aktivitas fisik) memiliki risiko lebih tinggi terkena masalah jantung daripada mereka yang pekerjaannya lebih aktif, kata Dr Martha Grogan, seorang ahli jantung dari Mayo Clinic, Rochester, Minnesotta.

Grogan mengatakan, tidak diketahui secara pasti mengapa hal ini bisa terjadi. Tetapi menurutnya, terlalu berlama-lama duduk dapat menyebabkan penurunan sensitivitas insulin dan enzim yang biasanya memecah lemak. Sebagai antisipasinya, Anda bisa berdiri dan berjalan-jalan sekali-sekali di tengah kesibukan pekerajaan Anda.

2. Polisi dan pemadam kebakaran


Penggabungan antara jenis pekerjaan yang cenderung tidak aktif dan memiliki tingkat stres tinggi - seperti melawan tindak kejahatan atau pemadam kebakaran - tidak bagus untuk kesehatan jantung. Sekitar 22 persen kematian pada polisi dan 45 persen pada petugas pemadam kebakaran kebanyak disebabkan karena penyakit jantung dibandingkan 15 persen jenis pekerjaan lainnya.

Bekerja berjam-jam, shift (jaga) malam, makan yang tidak sehat di tempat kerja, stres, paparan karbon monoksida atau polusi, serta faktor risiko lain, seperti hipertensi mungkin memainkan peran penting terhadap berkembangnya penyakit jantung. Jika Anda tidak dapat mengubah pekerjaan Anda, setidaknya Anda bisa melakukan perubahan dengan fokus pada hal-hal seperti makan sehat, olahraga, dan menurunkan tekanan darah - yang dapat Anda kendalikan.

3. Pengendara bus


Sopir bus lebih mungkin untuk mengalami hipertensi dibandingkan dengan pekerja lainnya, jelas Dr Peter L. Schnall, profesor kedokteran dari University of California, Irvine. Menurut Schnall, sopir bus berisiko mengalami tekanan dan stres saat melakukan pekerjaannya karena mereka membutuhkan kewaspadaan untuk menghindari kecelakaan dan menjaga penumpang tetap aman.
Namun, meskipun Anda tidak dapat mengontrol stres atau polusi, Anda dapat mengatasi faktor-faktor risiko lainnya. Sebuah riset menunjukkan, 56 persen dari para sopir bus di Taipei telah didiagnosa hipertensi jika dibandingkan dengan 31 persen jenis pekerjaan lainnya. Mereka juga memiliki kolesterol tinggi, berat badan, trigliserida, dan penyakit jantung.

4. Pekerja shift


Pergeseran jadwal atau berganti shift malam umum terjadi di kalangan tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, dan lainnya. Orang-orang pada kelompok ini biasanya memiliki risiko lebih tinggi penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Bekerja shift sendiri dapat mengganggu irama sirkadian dan jam tidur seseorang yang memainkan peran penting dalam menjaga gula darah, tekanan darah, dan regulasi insulin. Tapi gaya hidup yang tidak sehat juga dapat menjadi faktor pemicu.
Pekerja shift malam tampaknya lebih mungkin untuk merokok, kata Dr Nieca Goldberg, direktur medis dari Joan H. Tisch Center for Women Health di NYU Langone Medical Center di New York City. Sementara itu durasi tidur yang pendek telah dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih besar.

5. Bartender


Banyak negara-negara bagian dan kota-kota di Amerika Serikat sudah memiliki undang-undang larangan merokok di restoran dan bar. Namun bartender yang bekerja di tempat-tempat yang tidak memiliki peraturan seperti itu memiliki risiko lebih besar untuk secara sengaja menghisap asap tembakau.

"Sudah jelas menunjukkan bahwa asap rokok secara signifikan meningkatkan risiko serangan jantung," kata Dr Grogan.

6. Pekerja terowongan

Sebuah studi pada 1988 yang melibatkan lebih dari 5.000 pekerja terowongan di New York City menemukan bahwa orang yang pernah bekerja di terowongan transportasi memiliki peningkatan risiko kematian terkait jantung sebesar 35 persen ketimbang populasi umum.

"Ini intuitif. Para pekerja ini biasanya lebih berisiko terpapar tingkat yang lebih tinggi karbon monoksida dibandingkan dengan pekerja jembatan," kata Dr Mauro Moscucci, kepala divisi kardiovaskular dari University of Miami Miller School of Medicine. Penelitian telah menunjukkan bahwa paparan polusi udara dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

7. Pekerja pabrik
Orang yang bekerja di pabrik atau pekerjaan yang sangat menuntut kuota namun tendah tingkat pengawasan atau kontrol dari pekerjaan, juga dianggap berada pada kelompok yang berisiko tinggi penyakit jantung. "Bekerja di luar kemampuan adalah sebuah stressor yang dapat mengarah ke penyakit jantung," kata Dr Moscucci.

Sebuah penelitian dalam The Landmark Whitehall di mana melibatkan hampir 11.000 pegawai sipil Inggris menemukan bahwa pria dan wanita dengan kontrol pekerjaan rendah memiliki dua kali lipat mendapatkan penyakit jantung. Hal yang sama berlaku pula pada pekerja yang mendapat kontrol lebih besar.

8. Bekerja 11 jam lebih
Karyawan yang bekerja selama berjam-jam juga berisiko lebih tinggi. "Kami mengetahui ada hubungan antara beban kerja dan penyakit arteri koroner," kata Dr Schnall.
Studi Whitehall juga menemukan adanya peningkatan kasus penyakit jantung koroner (67 persen) pada pegawai negeri Inggris yang bekerja 11 jam atau lebih dalam sehari dibandingkan dengan mereka yang hanya bekerja 7 sampai 8 jam. Jika Anda tidak dapat mengurangi jam kerja, Anda dapat fokus pada faktor-faktor risiko lain yang dapat Anda kontrol seperti makan banyak buah dan sayuran, cukup tidur, dan melakukan aktivitas fisik selama beberapa minggu.

9. Pekerjaan tanpa asuransi kesehatan
Sekitar 50 juta orang Amerika Serikat, atau 1 dari 6 orang, tidak diasuransikan pada tahun 2010. Kurangnya asuransi kesehatan telah dikaitkan dengan buruknya kondisi kesehatan pada umumnya dan kesehatan jantung pada khususnya. Riset pada 2007 dalam Journal of American Medical Association menemukan, ada perbaikan tingkat kesehatan pada orang dewasa yang mendapat asuransi setelah sebelumnya mereka tidak diasuransikan.

10. Kehilangan pekerjaan


Meskipun ini tidak terkait antara jenis pekerjaan dan risiko serangan jantung, tetapi kehilangan pekerjaan juga bisa membahayakan kesehatan jantung. Riset menunjukkan, pekerja berusia lebih tua yang kehilangan pekerjaan bukan karena kesalahan mereka sendiri (misalnya, kantor atau pabrik bangkrut dan bukan karena masalah kesehatan) memiliki risiko dua kali lipat menderita stroke.

Bahkan sebuah studi dari ilmuwan Harvard pada 2009 menemukan, orang yang kehilangan pekerjaan mereka lebih mungkin untuk mengembangkan masalah baru, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung di kemudian hari.

Saturday, September 22, 2012

Katerisasi, Pengobatan Tanpa Operasi Jantung

By Unknown | At 10:26 AM | Label : | 0 Comments

Penyumbatan pembuluh darah yang menuju jantung (koroner), khususnya pada penyempitan pada pangkal pembuluh koroner kiri (Left Main) kini sudah bisa diatasi tanpa melakukan operasi, yakni dengan menggunakan stent salut obat dan balonisasi salut obat.

Ketika timbunan lemak (plak) dan zat-zat lain menumpuk dalam pembuluh darah sehingga menyempit, maka aliran darah menjadi terhambat. Bila penyempitan terjadi pada left main, akibatnya akan fatal dibanding penyempitan pada derah lain karena hampir dua pertiga bagian jantung tidak akan mendapat oksigen dan nutrisi yang cukup sehingga darah ke jantung pun berkurang. Kondisi ini berakibat kerusakan pada otot jantung yang bisa menyebabkan kematian.

Di negara maju seperti Amerika sekalipun, kasus penyempitan pada left main masih menjadi momok dalam penanganannya. Biasanya pasien disarankan untuk melakukan operasi pintas jantung (operasi by pass).

Pada beberapa kasus, prosedur pintas jantung mungkin efektif untuk membuka sumbatan. Namun menurut ahli jantung Dr.dr.M.Munawar, Sp.JP (K), dari RS.Jantung Binawaluya, Jakarta, tidak semua pasien bersedia melakukan operasi bypass.

"Pasca operasi bypass pasien masih harus minum obat pengencer darah selama satu tahun. Banyak pasien yang tidak tahan dan alergi obat, sehingga memilih melakukan cara lain yang non-bedah," katan dr.Munawar. Ia menambahkan, operasi by pass juga tidak disarankan pada pasien dengan risiko tinggi.

Cara non-bedah untuk penyempitan koroner disebut dengan Percutaneous Corronary Intervension (PCI). Teknik ini dirancang khusus untuk membuka sumbatan pada pembuluh darah yang menyempit dengan menggunakan stent salut obat (drug eluting stent/DES) dan balon salut obat (Drug Eluting Baloon/DEB).

"PCI relatif lebih singkat, sekitar 20 menit sampai satu jam, tergantung pada penyempitan. Risiko terjadinya penyempitan kembali juga lebih kecil," kata dr.Munawar. Meski setelah tindakan pasien juga tetap harus mengonsumsi obat pengencer darah selama tiga bulan. "Masa minum obatnya jauh lebih singat," tambahnya.
Tindakan PCI dilakukan tanpa membedah jantung, setelah menyuntikkan anestesi dokter akan memasukkan sebuah selang kecil yang lentur (kateter) ke dalam tungkai atau arteri lengan. Di bantu dengan gambar di monitor, dokter mengarahkan kateter menuju arteri yang tersumbat dalam jantung.
Selanjutnya keteter yang lebih kecil dengan balon pada ujungnya ditiup untuk memperlebar bagian arteri yang menyempit. Bila dilakukan pemasangan stent, berbentuk jalinan logam kecil yang ditempatkan di arteri, arteri terlebih dahulu dilebarkan dengan cara dikerok atau dibor. Stent dan balon ini dilapisi obat untuk membantu arteri agar tetap terbuka.
Stent dan balonisasi yang ditempeli obat-obatan ini, menurut Dr.Martin Unverdorben, Ph.D, peneliti penyakit kardiovaskular dari Jerman, akan mencegah pertumbuhan jaringan baru.
"Teknologi terbaru stent menggunakan polimer yang dapat diserap oleh jaringan pembuluh darah manusia. Obat juga akan dilepas perlahan-lahan sehingga risiko penyempitan berkurang," paparnya dalam acara media edukasi mengenai Penyempitan Left Main di RS.Binawaluya beberapa waktu lalu.

Ditambahkan oleh dr.Munawar, teknologi canggih yang ada untuk menyelamatkan nyawa dari serangan penyakit jantung koroner itu harus diimbangi dengan penanganan oleh ahli jantung yang handal serta rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap. "Dokter yang handal disertai alat penunjang selama tindakan terbukti mengurangi angka mortalitas," katanya.

Friday, September 21, 2012

4 Cara Menguji Kesehatan Jantung Anda

By Unknown | At 10:25 AM | Label : | 0 Comments


Penyakit kardiovaskuler masih menempati peringkat atas penyebab kematian di Indonesia. Usia pengidap penyakit jantung koroner pun semakin muda, dipicu oleh gaya hidup yang kurang sehat. Karena itu, sebaiknya Anda selalu memeriksakan kesehatan jantung secara rutin, baik melalui rangkaian medical check up, maupun memeriksanya sendiri. Anda tidak memerlukan peralatan kedokteran khusus untuk memeriksa kesehatan jantung Anda sendiri. Cek dari beberapa hal berikut ini.

1. Lingkar pinggang
Lingkar pinggang yang makin lebar bukan hanya menimbulkan muffin top atau lemak yang menggelambir di sekitar perut. Perempuan yang ukuran lingkar pinggangnya lebih dari 88 cm memiliki risiko 79 persen lebih besar mengalami kematian akibat penyebab apapun (termasuk penyakit jantung dan kanker), daripada mereka yang ukuran lingkar pinggangnya 71 cm atau kurang dari itu. Untuk mengukurnya, lingkarkan meteran di sekeliling pinggang pada bagian yang paling lebar (biasanya di area dekat pusar).

"Perut kebanyakan merupakan buatan produk dapur," papar Malissa Wood, MD, ahli kardiologi dari Massachusetts General Hospital di Boston. Untuk mulai merampingkannya, kunyah tujuh sampai sembilan porsi buah dan sayuran, dan tiga porsi serealia setiap hari. Setiap dua minggu, konsumsi juga ikan-ikanan yang kaya omega-3, seperti salmon. Usahakan mengonsumsi 30 gr serat dan sedikitnya 50 gr protein tanpa lemak setiap hari. Jangan lupa latihan kardio selama satu jam, tiga hari atau lebih dalam seminggu. Latih juga kekuatan otot Anda dua kali seminggu.

2. Detak jantung saat istirahat
Ukuran detak jantung saat istirahat atau tidak berolahraga (resting heart rate) bisa menjadi patokan kebugaran yang baik. Semakin rendah, semakin baik tubuh Anda. Jika ingin tahu kondisi detak jantung Anda, sebelum bangkit dari tempat tidur pagi hari, gunakan jari telunjuk dan jari tengah untuk menemukan nadi pada pergelangan tangan bagian dalam. Hitung detakannya selama 10 detik, dan kalikan jumlahnya enam kali untuk menemukan detak jantung per menit (bpm, atau beats per minute).

Detak jantung antara 60 - 80 bpm dianggap baik, dalam arti normal. "Orang-orang yang sangat sehat memiliki detak jantung istirahat di bawah 60, dan itu baik. Tetapi detak jantung istirahat di atas 60 dan di bawah 80 bisa menunjukkan masalah dehidrasi atau problem medis yang mendasar, seperti penyakit tiroid atau anemia," ujar Wood. Jika ukuran Anda tidak masuk dalam kedua angka tersebut, dan Anda tergolong cukup sehat dan minum cukup air putih, coba berkonsultasi dengan dokter.

Pada dasarnya, latihan kardio juga akan membantu menurunkan detak jantung istirahat. Tetapi olahraga yang terbaik adalah latihan interval. Lakukan latihan intensitas tinggi dalam waktu pendek, yang akan membuat jantung menjadi otot yang lebih efisien. Tambahkan dengan mengayuh sepeda dengan interval kecepatan selama 30-60 detik, atau lari sekali atau dua kali seminggu.

3. Detak jantung setelah olahraga
Anda juga perlu mengukur pemulihan detak jantung setelah olahraga (heart rate recovery). "Semakin cepat jantung kembali ke denyutnya yang normal setelah latihan, semakin sehat jantung Anda," papar Cheri Wiggins, MD, dokter di Twin Falls, Idaho.
Jika denyut jantung tidak turun sedikitnya 12 detakan dalam satu menit usai olahraga, Anda menghadapi risiko mengalami gagal jantung, bahkan kematian. Hitung target detak jantung Anda dengan persamaan ini:

(220 - usia) x 0,6 = titik rendah dari target detak jantung
(220 - usia) x 0,8 = titik tinggi dari target detak jantung

Contoh: jika usia Anda 34 tahun, maka (220 - 34) x 0,6 = 112 untuk titik rendah, dan (220 - 34) x 0,8 = 149 untuk titik tinggi

Lalu, mulailah berolahraga, dengan berlari atau bersepeda, sampai Anda mencapai titik tersebut (gunakan monitor detak jantung untuk mengukurnya). Kemudian, berhentilah dan langsung hitung denyut nadi. Satu menit setelah Anda berhenti berlatih, hitung kembali denyut nadi Anda. Kurangkan angka kedua dari angka pertama.

Jika angkanya kurang dari 12, target Anda adalah berolahraga sedikitnya 150 menit per minggu, atau lima sesi per 30 menit, dengan latihan aerobik seperti jalan cepat. Tak perlu terlalu ngoyo saat melakukannya. Dalam skala 1 sampai 10, lakukan dengan tingkat intensitas 4 atau 5. Begitu kondisi kardiovaskular Anda semakin baik dan detak jantung setelah olahraga semakin tinggi, tingkatkan durasi dan intensitas latihan Anda.

4. Cuping telinga mengisut
Cuping telinga bagian bawah (yang biasanya ditindik untuk anting) yang sedikit terlipat atau mengkerut, sering disebut-sebut sebagai gejala penyakit jantung koroner, kolesterol tinggi, atau diabetes. Namun, Anda tak perlu langsung memercayainya.
"Penyakit jantung tidak menyebabkan cuping telinga mengkerut, atau cuping yang mengkerut menyebabkan penyakit jantung. Namun, kondisi tersebut tampaknya menjadi penanda gaya hidup yang tidak sehat," ungkap Sarah Samaan, MD, ahli kardiologi di Legacy Heart Center di Plano, Texas, dan penulis buku Best Practices for a Healthy Heart.
Studi yang lain menemukan korelasi sebesar 80 persen antara lipatan berbentuk diagonal pada telinga pada orang-orang di bawah usia 40 tahun, dengan penyakit arteri koroner.  Lipatan ini tidak akan lenyap, tetapi Anda dapat meminimalkan faktor-faktor risiko penyakit jantung itu sendiri. Untuk itu Anda perlu mengetahui riwayat penyakit jantung di keluarga Anda, menjaga berat badan, tekanan darah, dan kadar kolesterol. Selain itu berolahraga teratur, makan dengan sehat, dan menghindari stres.

Wednesday, September 19, 2012

5 Hal yang Kurang Diketahui soal Jantung

By Unknown | At 10:45 AM | Label : | 0 Comments

Penyakit jantung koroner merupakan penyakit jantung yang sering ditemui di Indonesia. Penyebab utamanya adalah perubahan gaya hidup, terutama mereka yang hidup di kota besar.  Ada beberapa hal mengejutkan yang mungkin tidak pernah Anda sadari sebelumnya terkait keberadaan penyakit jantung. Berikut ini adalah enam hal di antaranya.

1. Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian pada wanita
Penyakit jantung selama ini dianggap sebagai penyakit para pria. Padahal, wanita yang sudah menopause memiliki risiko yang sama. "Faktor risiko untuk perempuan dan laki-laki sama. Termasuk pada mereka yang mengalami masalah tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, perokok, dan riwayat keluarga penyakit jantung," jelas Dr Beth Abramson, seorang ahli jantung di Toronto St Michael Hospital.

2. 50-80 persen penyakit jantung dapat dicegah

"Tidak pernah ada kata terlambat, atau terlalu cepat untuk membuat perubahan gaya hidup.
Banyak cara untuk mencegah penyakit jantung dengan mengendalikan faktor risiko," kata Dr Abramson.

Abramson mengatakan, cara sederhana untuk mencegah serangan jantung bisa dimulai dengan berusaha menjaga tekanan darah tetap normal serta rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala.
Melakukan perubahan gaya hidup juga dapat menurunkan risiko terjadinya serangan jantung. Caranya, dengan makan makanan sehat, membatasi konsumsi alkohol, tidak merokok, menurunkan kolesterol, mengelola berat badan, dan menghindari stres.

3. Pil KB meningkatkan risiko perempuan mengidap penyakit jantung

Kontrasepsi, seperti pil KB pada umumnya, aman untuk kebanyakan perempuan. Akan tetapi, mereka yang merokok saat menggunakan kontrasepsi hormonal memiliki risiko lebih tinggi untuk penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan pembekuan darah.

4. Pasca-menopause, risiko mengidap penyakit jantung meningkat

Memasuki masa menopause, perempuan akan mengalami kondisi di mana terjadi peningkatan kadar LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, dan penurunan HDL (kolesterol baik). Penurunan hormon estrogen juga bisa meningkatkan timbunan lemak tubuh di sekitar pinggang.

"Permasalahannya sebenarnya ada di lemak perut. Lemak pada perut telah dikaitkan dengan risiko peradangan dan kolesterol tinggi," kata Dr Abramson. Perubahan hormon juga memiliki efek yang merugikan terhadap pembentukan gumpalan darah, dan memengaruhi cara tubuh dalam menangani gula—yang dapat menyebabkan diabetes.

5. Mengonsumsi alkohol memperbesar risiko penyakit jantung


Minum terlalu banyak alkohol dapat meningkatkan tekanan darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. "Ada penelitian yang menunjukkan bahwa mengonsumsi alkohol memiliki efek perlindungan terhadap penyakit jantung meski hanya sedikit. Tetapi, studi ini melibatkan orang-orang dengan kondisi kesehatan yang baik, dan kami tidak merekomendasikan Anda untuk melakukannya jika Anda benar-benar tidak dalam kondisi fit," ucapnya.

Monday, September 17, 2012

Latihan Keras Mungkin Aman Bagi Pasien Jantung

By Unknown | At 10:41 AM | Label : | 0 Comments
Latihan intensitas sedang sering dianjurkan bagi pasien yang memulihkan diri dari penyakit atau operasi jantung. Namun menurut kajian riset yang dimuat jurnal Circulation, bila latihan ini ditingkatkan ke level yang lebih tinggi masih relatif aman bagi pasien jantung.

“Hasil studi terkini mengindikasikan bahwa risiko terjadinya serangan jantung tetap rendah, baik setelah menjalani latihan intensitas tinggi maupun sedang,” ungkap  Oelvind Rognmo ketua peneliti dari Universitas Sains dan Teknologi Norwegia.

Rognmo menyatakan, ada banyak bukti yang menyatakan semakin keras berlatih, makin banyak manfaatnya  bagi fungsi kardiovaskular. Tim yang dipimpin Rognmo ingin melihat apakah pasien penyakit jantung memeroleh manfaat dari latihan intensitas tinggi.  Meski begitu, perlu menjadi perhatian bagi pasien penyakit jantung bahwa semakin besar tenaga yang dikeluarkan dapat meningkatkan resiko kerusakan jantung.

Rognmo dan rekan-rekannya melacak 4.846 pasien di pusat rehabilitasi jantung di Norwegia yang menjalani latihan aerobik lebih dari 170.000 jam. Lebih dari 129.450 jam dihabiskan untuk latihan dengan intensitas sedang dan sisanya dengan latihan intensitas tinggi. Semua pasien orang dalam studi tersebut ikut serta pada kedua jenis latihan tersebut.

Latihan berintensitas sedang termasuk di antaranya satu jam berjalan atau latihan lainnya yang memacu 60 hingga 70 persen denyut jantung maksimal perserta. Sedangkan dalam intensitas tinggi, peserta berlatih dengan interval empat menit yang berulang, dengan pilihan latihan yang berdampak besar seperti bersepeda, jogging, atau ski lintas alam, untuk memacu denyut jantung mereka hingga 85-95 persen kapasitasnya (diikuti dengan empat menit atau lebih aktivitas santai, misalnya berjalan).

Selama lebih dari 129.000 jam peserta menghabiskan waktu berlatih dengan intensitas sedang, satu orang meninggal karena serangan jantung. Sedangkan setelah 46.000 jam berlatihan dengan intensitas tinggi, dua orang mengalami serangan jantung, namun selamat.

“Kami menemukan, kedua tipe jenis latihan tersebut melibatkan angka kejadian yang rendah. Saya pikir (latihan intensitas tinggi) seharusnya dipertimbangkan untuk pasien penyakit jantung koroner,” kata Rognmo.

Namun ia dan rekan-rekannya menuliskan bahwa perbedaan jumlah serangan jantung terlalu kecil untuk disimpulkan apakah latihan dengan intensitas tinggi lebih berbahaya dari pada latihan dengan intensitas yang lebih rendah.

“Saya pikir, kami ada di jalur yang benar. Namun sebelum hal ini dijadikan rekomendasi standar, mari peroleh data keselamatan kita,” kata Steven Ketevian, direktur kardiologi preventif di Rumah Sakit Henry Ford di Michigan, yang tidak terlibat dalam studi tersebut.

Saturday, September 15, 2012

Tips dan cara langsing wanita jepang

By Unknown | At 4:44 PM | Label : | 0 Comments
wanita-jepang-langsingBagi anda wanita yang saat membaca artikel ini sedang mendambakan tubuh langsing. Dan sedang berdoa tidak adakah tips langsing yang pasti sukses 100%. Bintang mempunyai jalan cara langsing dengan alami. Tapi jalan itu bukan mas bintang yang membuatnya melainkan dari para wanita jepang.
Jika kita lihat wanita jepang kebanyakan langsing-langsing. Sangat jarang kita melihat orang gendut di jepang (Teringat Kata-kata guru jepang saya waktu SMA). Lalu apakah masyarakat jepang menyembunyikan sebuah cara rahasia untuk menjadi langsing dari dunia ini.
Ternyata tidak! Hanya kita saja yang tidak pernah mau melihatnya. Dan apa saja itu Tips langsing ala wanita jepang? Ini dia! Baca baik-baik karena saya tidak akan mengulanginya :
8 Rahasia wanita dari jepang menjadi langsing secara alami.
1. Ikan
Wanita jepang itu makan ikan sekitar 69 kg pertahun. Mengganti makanan daging darat dengan ikan selain salah satu cara langsing..ternyata juga dapat untuk menurukan resiko penyakit jantung.Oh ya ikan favorite mereka adalah salmon.
2. Kecap
Masyarakat jepang juga  mengkomsumsi kecap dengan jumlah yang banyak. Dari penelitian yang ada bahkan bisa sampai 10 kali dari negara lain yang ada di dunia. Untuk tips langsing ini, Sekarang anda boleh mengatakan WOW!
Mengapa bisa menjadi cara langsing? karena kecap di masyarakat jepang memiliki kandungan rendah lemak dan kalori. Serta memiliki protein yang tinggi.
3. Buah dan sayuran segar
Bagi anda wanita yang sering mencoba berbagai tips langing, pasti sudah tahu bahwa salah satu cara menjad langsing adalah dengan memakan Buah dan sayuran segar. Wanita jepang melakukannya….dan saatnya anda juga melakukan supaya jadi langsing.
4. Kedelai
Cara langsing yang alami adalah memberi makanan dengan bahan dari kedelai.  Dan itu sudah menjadi wajib bagi wanita jepang.
5. Ragam makanan
Kebanyakan masyarakat jepang memakan banyak ragam makanan. Bahkan untuk wanita jepang yang sudah tua. Mereka bisa memakan makanan yang berbeda 100 hari.  Bintang nggak tahu hubungannya dengan tips langsing, tapi cara ini boleh dicoba. Kalau gagal ya emang udah gendut kan :D
6. Sarapan Sehat
Kalau di sebuah negara bernama indonesia, sarapan itu pasti lebih sedikit daripada makan siang dan makan malam. Namun berbeda dengan masyarakat jepang. Porsi sarapan wanita jepang biasanya lebih banyak daripada makan siang dan malam.
Tapi kalau di pikir dengan logika. Cara langsing ini benar juga ya……….Coba deh kamu bayangkan dengan sebuah imaginasi :
Kalau sarapan dengan jumlah banyak itu kan untuk kerja dari pagi sampai siang/sore. Jadi lemak habis untuk dijadikan energi dan bukannya disimpan. Nah loh kalau waktu malam kamu makan banyak. Itu makanan buat apa? Waktu malam kan paling kebanyakan buat tidur. Jadi lemak akan tertimbun
Oh ya kalau kamu mau lebih ekstrim lagi menggunakan cara langsing wanita jepang. Cobalah makan teh hijau, semangkuk nasi, sup miso dengan tahu , rumput laut nori, dan ditambah dengan sedikit omelet, atau sepotong ikan panggang. Itu adalah makanan klasik masyarakat jepang.
7. Makan mie
Wanita jepang konon salah satu tips langsing adalah dengan memakan mie. Pantes aja banyak berbagai jenis mie di masyarakat jepang. Contohlah Soba, Udon, Ramen, dan Somen. Untuk mie di buatan indonesia bintang kurang begitu tahu apakah cocok dengan aturan-aturan cara langsing he he. Jadi inget pas beli makanan kadaluarsa.
8. Makan nasi
Yang terakhir dari tips langsing, adalah wanita jepang relatif makan nasi sangat sedikit. Mereka hanya makan dua mangkok kecil.
Selamat mencoba cara langsing dari wanita jepang ini.

Tips dan rahasia kecantikan wanita Di Berbagai Negara

By Unknown | At 4:40 PM | Label : | 0 Comments
Memiliki wajah cantik dan kulit mulus adalah dambaan setiap wanita di dunia. Berikut Bintang sampaikan rahasia kecantikan dari 5 negara. Ini adalah tips yang membuat perempuan2 disana merasa seperti dipuja-puja sebagai bidadari.
Resep kecantikan wajah ini adalah berasal resep dari nenek moyang mereka. Bisa jadi mitos, tapi bisa jadi memang nyata. Ok Mari kita bahas satu persatu 5 rahasia wanita tersebut:
wanita-cantikJepang
Walaupun negara ini termasuk maju, tapi dulu kebanyakan wanita jepang malah lebih suka menggunakan tips kotoran burung Uguisu no Fun (Bulbul) untuk membuat kulit mereka bersih. Bahkan tak tanggung-tanggung kotoran tersebut langsung dijadikan masker.
Sekarang mereka masih menggunakan tips kotoran itu untuk kecantikan, namun dicampur dengan sabun dulu baru dioleskan ke wajah dan kulit.
Yunani
Negara yang terkenal dengan berbagai mitologinya. Termasuk rahasia mitologi tentang  kecantikan wanita. Mereka menggunakan jeruk untuk menyegarkan kulit. Saripati dari jeruk juga dapat membunuh bakteri penyebab jerawat.
Jika anda mau mencobanya tips kecantikan wajah dan kulit ini :  bersihkan wajah dengan air hangat lalu campur dengan essential minyak jeruk. Atau dapat juga menggunakan masker dengan ditambah jus jeruk
Inggris
Sering minum teh? Ada tips kecantikan wajah yang berhubungan degan minuman ini. Di Inggris ampas dari teh dipercaya dapat menghilangkan lingkaran hitam terutama di mata. Bahkan para wanita tersebut mempunyai tips yaitu menyimpan ampas itu di lemari es, sehingga dapat digunakan sewaktu-waktu untuk menjaga kecantikan wajah mereka.
Rusia
Para wanita disana terbiasa menggunakan kopi untuk digosokkan ke kulit mereka. Efek kecantikan yang didapat adalah hilangnya bau badan serta rona kulit yang cerah dan memancar. Tips tambahan :  Mereka melakukannya saat bersauna supaya pengangkatan sel kulit mati berjalan secara optimal.
Sekarang tips ini sangat populer di dunia. Jika anda wanita yang sering merawat kecantikan wajah pasti mengenal Ramuan scrub. Nah lulur dari kopi ini berasal dari negara ini.
Mesir
Ternyata Ratu Cleopatra tidak meninggalkan kisah cintanya saja, melainkan juga meninggalkan rahasia kecantikan untuk wanita. Konon katanya Cleopatra gemar menggunakan menggunakan susu dan madu untuk kecantikan wajahnya. Dia juga sering mandi dengan mandi dengan garam laut dan umpur laut mati
Ratu mesir ini percaya bahwa bahan-bahan itu dapat memberinya kulit yang bersih dan mulus. Serta Wajah yang cantik dan bersinar. Dia juga percaya bahwa tips kecantikan yang dilakukan juga merupakan rahasia dari awet muda.
◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Berita Kesehatan Terkini - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz